skip to main | skip to sidebar

Numpang Lewat

free hit counter code
download free hit counter code

About me

My Photo
Sgtrn
Talita Sagitarani. A stranger. With solution. Anyway, I'm moving: brutalogic.tumblr.com Peace out!
View my complete profile

Blog Archive

  • ► 2014 (1)
    • ► August (1)
  • ► 2011 (3)
    • ► March (1)
    • ► February (1)
    • ► January (1)
  • ► 2010 (21)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (1)
    • ► June (5)
    • ► May (4)
    • ► April (2)
    • ► March (5)
    • ► January (1)
  • ▼ 2009 (30)
    • ► December (3)
    • ► September (1)
    • ► August (1)
    • ▼ July (20)
      • Serangan Dementor
      • Untitled Short Story (Gimme a title for it!) *Part 2*
      • Untitled Short Story (Gimme a title for it!)
      • Review Hari Pertama
      • Sebelum Saat Itu Tiba [Part.2]
      • Sebelum Saat Itu Tiba
      • Lupa Lagi x) (Harapan Hari Esok)
      • I'm The Boffin Tyke !
      • Aelaaah! Baru Tau Kalo Postingan Tadi Kepotong!
      • Makin Perlu Refresh Otak !!
      • New Damned Plannings! x)
      • Penjajahan Atas Diri Seorang Bebek [Part.2]
      • Penjajahan Atas Diri Seorang Bebek
      • Lagi Gila [Lanjutan]
      • Lagi Gila
      • Hari-hari ku lewati hanya sendiri.. Tanpa kekasih....
      • Hariku Nano-Nano
      • Otak Gue Korslet
      • 3rd Day Holiday [lanjutan]
      • 3rd Day Holiday.. (Akhirnya Bisa Cuci Mata Pake Bu...
    • ► June (5)

Labels

  • Biologi (11)
  • Cerpen dan sebangsanya (10)
  • Download (1)
  • Only Once (1)
  • Pas Celeron (1)
  • Pas Core i7 Extreem (8)
  • Schooling (11)
  • Suka-Sukaan (2)
  • Sumpah Gak Penting (4)

Mailbox

Tatat's Account

Talita Sagitarani II

Create Your Badge

Cuap-Cuap-Parapap

ChitChat

Blogroll

  • Blog Adel
  • Blog Denia
  • Blog Dok Ferdiriva
  • Blog Erlanda
  • Blog Mas Sulis
  • Blog Raditya Dika
  • Blog Rahardyan
  • Blog RichardBule
  • Blog Smaba

Brutalogic

Wildest logics are never too hard to be imagined.

Sunday, July 19, 2009

Untitled Short Story (Gimme a title for it!) *Part 2*

Isinya...

Dearest, Vha
Hanya 2 hal utama saja yang ingin ku sampaikan.
Maaf dan terimakasih.
Hanya itu sebenarnya.
Maaf telah pergi dan menghilang.
Aku hanya kembali ke rumah orang tuaku.
Sejak kejadian itu, aku pergi dari rumah dan memutuskan ikut tinggal dengan saudaraku yang se-kota denganmu.
Hanya agar aku dapat bersamamu, melihatmu.
Perasaan untuk bersamamu amat kuat. Aku tak tau mengapa. Meskipun saat itu umur kita terbilang masih balita. Hahaha.
Tapi kemudian, aku mendapat kabar bahwa ayahku sedang berada pada kondisi, dimana aku mau-tidak mau harus berada mendampinginya.
Aku hanya tak ingin kamu tau.
Bahwa aku pergi.
Aku tau hal itu hanya membuat kamu semakin merasa kehilangan nantinya.

Beberapa saat lalu, aku mengalami kejadian yang sama denganmu dulu.
Untungnya aku masih sempat bernafas.
Tapi aku tau, nafas ini hanya akan berlangsung sesaat.
Dan sudah ku terima takdirku.
Ku sempatkan meminta tolong karyawan rumah sakit untuk membantuku menuliskan surat ini dan menyampaikannya padamu saat kau kembali dapat melihat dunia.
Setidaknya, ada satu hal yang dapat ku titipkan pada orang yang ku sayang.
Ku titipkan sepasang mataku padamu.
Dijaga ya?
Jangan diilangin loh?
Hahaha
Hm...
Sudahlah.
Aku tak mau mata milikku basah karena air matamu saat pertama kau gunakan.
Ahya, terimakasih atas semua yang telah kau berikan padaku.
Dapat dipastikan, saat kau membaca surat ini, jantungku berhenti berdetak, nadiku berhenti berdenyut, dan nafasku tak lagi menderu.
Ku titipkan kau pada Bumi. Ia sahabatku. Jadikan ia malaikat penjagamu.
Ku percayakan kau padanya.
Jangan nakal loh!

With love,

Bintang

Air mata meleleh dari sudut matanya. Penyesalan selalu datang terlambat. Bintang hadir saat ia tak dapat melihatnya. Sosok yang begitu baik padanya. Cintanya begitu besar dan tulus. Namun, sekarang, saat ia dapat melihat, justru Bintang pergi dan memberikan sesuatu hal yang teramat berharga.
Matahari adalah salah satu bintang. Tetap menghangatkan apapun dan siapapun. Tak pernah berhenti memberikan sinar hangat. Bintang tetaplah bintang. Walaupun jaraknya begitu jauh, namun cahayanya tetaplah bersinar. Meski tak abadi, namun mampu menghiasi langit malam. Mampu memancarkan sinar berapapun jauhnya. Sekalipun terkadang redup. Satu hal yang ia yakini, Bintang yang satu ini akan selalu bersinar di hari seorang Divha. Ia elah memberikan secercah cahaya asa di hatinya. Dan pada akhirnya, ia memberikan cahaya dan seluruh dunia melalui sepasang matanya. Miliknya yang kini melekat padaku. Harapanku. Selamanya Bintang.

***

That's all. Gitu aja deh. Lagi males ngetik nih. Hahaha. Peace-out!

PS : Tolong siapapun kasi judul buat cerpen ini. Tentunya ini cerpen masih 'sampah'. Butuh beberapa kali edit, mungkin sampai draft 4 baru bisa sedikit 'bersinar'. Just send it via email at : choco.holic296@gmail.com
talita.sagitarani@gmail.com
atawa via FB message : Talita Sagitarani . Formatnya sama. Subject tulis aja : Judul Mantap Buat Cerpen Kurap. Makasih. :DD
Garbage thrown by : Sgtrn on : 10:35 PM
Tags : Cerpen dan sebangsanya, Pas Core i7 Extreem

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod