skip to main | skip to sidebar

Numpang Lewat

free hit counter code
download free hit counter code

About me

My Photo
Sgtrn
Talita Sagitarani. A stranger. With solution. Anyway, I'm moving: brutalogic.tumblr.com Peace out!
View my complete profile

Blog Archive

  • ► 2014 (1)
    • ► August (1)
  • ▼ 2011 (3)
    • ► March (1)
    • ▼ February (1)
      • Aku, Jarak dan Kamu
    • ► January (1)
  • ► 2010 (21)
    • ► December (1)
    • ► November (2)
    • ► October (1)
    • ► June (5)
    • ► May (4)
    • ► April (2)
    • ► March (5)
    • ► January (1)
  • ► 2009 (30)
    • ► December (3)
    • ► September (1)
    • ► August (1)
    • ► July (20)
    • ► June (5)

Labels

  • Biologi (11)
  • Cerpen dan sebangsanya (10)
  • Download (1)
  • Only Once (1)
  • Pas Celeron (1)
  • Pas Core i7 Extreem (8)
  • Schooling (11)
  • Suka-Sukaan (2)
  • Sumpah Gak Penting (4)

Mailbox

Tatat's Account

Talita Sagitarani II

Create Your Badge

Cuap-Cuap-Parapap

ChitChat

Blogroll

  • Blog Adel
  • Blog Denia
  • Blog Dok Ferdiriva
  • Blog Erlanda
  • Blog Mas Sulis
  • Blog Raditya Dika
  • Blog Rahardyan
  • Blog RichardBule
  • Blog Smaba

Brutalogic

Wildest logics are never too hard to be imagined.

Saturday, February 26, 2011

Aku, Jarak dan Kamu

Seperti roda belakang menatap roda depan,
Menggelinding sempurna mengikuti arah tujuan,
Berusaha mengejar roda depan tapi tak mampu,

Seperti mata kiri pada mata kanan,
Melihat warna, pesona, semesta yang persis sama,
Namun tak pernah memandang satu sama lain.
Itu rindu.

Seperti kutub utara dan kutub selatan,
Bersama menyeimbangkan gerak bumi,
Terus berputar tapi tidak akan pernah sekalipun menyatu.

Seperti dua garis sejajar,
Hanya tahu bahwa mereka begitu dekat,
Tapi sepanjang apapun garisnya, tidak akan pernah saling sentuh.
Itu rindu.

Seperti telingaku pada setiap frasa yang kamu rapalkan,
Seperti instingku pada pancaran aura kamu,
Seperti jantungku yang bereaksi lebih pada siluetmu,
Seperti hatiku yang selalu jatuh pada tiap detik kehadiranmu.

Juga seperti diri aku pada diri kamu.

Mestinya kamu tahu yang aku rasa bisa jadi lebih dari perasaan garis sejajar,
Lebih dari hasrat pengejaran sia-sia roda belakang pada roda depan,
Lebih melampaui harapan kosong kedua mata.

Mestinya kamu paham tanpa aku perlu menjelaskan,
Bahwa setiap ketidakhadiranmu menghadirkan sesak,
Mestinya kamu sadar tanpa aku perlu menyatakan,
Selalu ada rindu mendesak.
Garbage thrown by : Sgtrn on : 9:27 PM

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod