Kemana pikiranku?
Kemana hatiku saat kamu ada di sisi,
mendengarkan setiap detil kesahku.
Siapa dalam hatiku?
Nama siapa yang kusebut ketika aku berkisah penuh cita padamu,
sementara kamu mati-matian memendam sejumlah sayatan di balik senyummu.
Pada siapa amarahku tertuju?
Untuk siapa tiap tetes airmata yang luruh seiring aku mendekap luka di hadapmu,
satu yang tahu benar kerapuhanku.
Apa yang telah kuberikan?
Apa yang pernah kulakukan hingga suatu saat kamu pernah memintaku mengiringimu menjejak,
meluapkan semua rasa yang secara rapi kamu simpan sekian lama.
Darimana semua sifat sabarmu?
Mengapa begitu banyak perhatian yang dapat membuatku membiarkan kamu menelusup memasuki setiap sel otakku, menyita pikiranku,
hingga aku lelah berontak, membiarkanmu mengambil hatiku dan menyimpannya.
Dengan tulus, aku menghadapi fakta dan menjalani yang ada saat ini.
Bahwa kini aku berusaha meyakinkan diriku, kamulah hadiah-Nya untukku, penunjuk setiap jalanku.
Kamu satu yang harus sanggup menjagaku, tidak akan pernah melukaiku.
Kamu yang akan membawaku menjadi sesosok yang lebih baik.
Bahwa kamu yang kelak mampu menguatkanku, memapahku ketika sesekali aku akan terjatuh, mengobati ketika suatu saat aku terluka.
Mauku, aku sanggup seterusnya memahamimu.
Inginku, aku yang hingga pada akhirnya tetap menemanimu.
Sampai titik kekuatan terakhirmu, masih aku yang jadi kebutuhanmu.
Dan semoga aku selalu dapat melakukan sesuatu yang berarti buatmu.
Satu lagi pesan dan inginku,
If someday, something bad happen to you, you have nothing to worry,
Sebab setelah badai selalu ada orang yang datang sebagai hangat cahaya dan membelaimu.
Aku ingin orang itu selamanya aku.
Tuesday, November 2, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment