A week ago, I was crying because of you
Some days ago, I told someone about you
At that time, I felt that something gonna happen
Between you and me.
Not for a long time after.
Yesterday, I don't know exactly the reason why,
THE REASON WHY YOUR NAME'S RUNNING AROUND MY MIND
Ya,
Pertanyaannya kini hanya 'kenapa'?
Ketika namanya sudah terlalu memuakkan untuk didengar,
Ketika mengetahui pesan darinya masuk ke hapeku, hanya membuat moodku turun drastis
Ketika kegiatan berpura-pura-tidak-kecewa padanya, membuatku suntuk,
Kenapa harus namamu? Harus kamu yang pertama muncul?
Kamu, orang yang ga diharapkan masih berhubungan denganku olehnya,
Kamu orang yang dengan semena-mena kusakiti,
Kamu orang yang terlanjur membenciku dan terang-terangan menjauhi setiap hal yang berkaitan denganku?
Kenapa?
Dan,
Kenapa kemaren hujan, aku sedang mengalami masa 'bulanan' tapi aku pengen banget makan eskrim?
Kenapa kemaren aku gak nolak suruhan mama buat beli ini-itu padahal aku lagi suntuk dan capek banget?
Kenapa kemaren pesenanku lama banget, sampe aku mutusin buat nunggu pesenan di tempat lain?
Kenapa tempat yang ku pilih itu tempat yang udah aku datengin sore sebelum aku pulang?
Kenapa aku beli eskrim lagi dan menghabiskannya di tempat itu?
DAN KENAPA,
Kamu lewat tepat di belakangku, dengan jarak yang aku yakin kurang dari 2m, kamu ga nyapa?
Kenapa aku baru menyadari setelah kamu 5meter jauhnya di depanku?
Kenapa aku taunya justru pas aku mau pergi?
HAH?!
KENAPA?!!
Kasih alesan KENAPA
Aku cuman pengen tau alesannya
Lagi-lagi, KENAPA
Aku harus lemes pas liat kamu dan ga sanggup manggil namamu
Aku bisa lewat berkali-kali di depanmu, tapi ga sanggup liat ke arahmu
Aku bisa berteriak lantang di belakangmu, tapi bisu ketika menyadari kamu ada
Aku nangis gara-gara semua itu, tapi masih takut buat menyadari kalo rasa kehilangan teramatsangat terasa
Kenapa?!!
Give me the reasooooonnnnn!
*you cannot see that I start to weep, can you?
Sakit tau ngga, liat kamu
Menyadari bahwa kita udah ngga kaya dulu
Ngga bisa saling sapa, tuker senyum, mandang satu sama lain
Keadaan udah beda gara-gara aku jahat sama kamu
Aku egois.
Sampe sekarangpun sisa keegoisan itu masih ada
Aku masih berani berharap kamu mau nerima aku lagi, sebagai teman setidaknya
Aku masih berusaha menjaga komunikasi, walaupun itu bikin kamu makin sakit
Ya kan?
Aku ga pernah mikir, sakitmu bakalan dobel kalo aku bersikap gitu
Ketutup sama ego dan rasa sakit karena harus kehilangan orang seperti kamu.
You know what,
Kamu boleh bilang aku plin-plan
Karena sekarang, aku mulai ragu
Sama keputusanku sendiri
Sama pilihan yang harus ku jalani
Sama semua resiko yang harus ku tanggung
Sama rasa sakit yang dengan sangat terpaksa harus dipendam dalam-dalam
Aku mau kamu, disini
Balik kaya dulu
Mungkin, bisa ku balas suatu saat nanti
Diam-diam, aku masih menunggu dan berharap untuk pertengahan taun depan
Ketika keputusan bahwa aku lulus udah dibacain
Aku pengen siap, menerimamu seutuhnya saat itu
Semoga kesadaranku yang terlambat ini masih berarti..

0 comments:
Post a Comment